tips bisnis

Tips bisnis ritel agar ramai pembeli ala H&M

Bisnis ritel fashion memang memiliki pangsa pasar yang luas. Dari segi segmen pria, wanita, tua, muda, semua bisa dicakup oleh sektor bisnis ini. Namun, untuk bisa sukses berbisnis di ritel fashion, dibutuhkan strategi serta tips bisnis yang efektif. Seperti kisah Erling Persson yang mendirikan brand ritel fashion kelas dunia, H&M.

Berawal dari Pakaian Wanita

Erling Persson pada awalnya menjual pakaian khusus wanita dengan nama brand Hennes pada tahun 1947 di kota Västerås, Swedia. Melihat bisnisnya yang cukup berkembang, Erling menambah satu cabang lagi di kota Stockholm.

Karena jumlah pasar dan permintaan yang cukup tinggi, Erling melakukan ekpansi ke negara Eropa lainnya. Ia juga mengakuisisi perusahaan perlengkapan berburu, Mauritz Widforss pada tahun 1968. Sejak saat itu, ia melakukan merger dengan brand Hennes dan mengubah nama brand-nya menjadi menjadi H&M.

Menjadi Raja Fashion Ritel Eropa

Erling terus melakukan ekspansi ke beberapa negara Eropa yang belum disentuh, seperti London, Inggris pada tahun 1976. Ia juga mendaftarkan H&M menjadi perusahaan publik di Bursa Saham Swedia. Dengan begitu, keluarganya menjadi pemegang saham mayoritas dan melanjutkan ekspansi ke negara Eropa lainnya.

Pada tahun 1982, Erling Persson memutuskan pensiun dan menjadikan anaknya, Stefan Persson sebagai Direktur dan CEO H&M. Sejak saat itu, Ia melakukan ekpansi yang lebih besar lagi. H&M membuka cabang diluar Eropa seperti Amerika Serikat, Jepang, Turki, dan Singapura.

Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya H&M membuka gerainya di Indonesia, tepatnya di Gandaria City. Saat ini, H&M memiliki lebih dari 4500 gerai yang tersebar di 62 negara.

Baca juga:

Tips Bisnis Ritel Fashion

Belajar dari kisah Erling Persson yang sukses mendirikan brand ritel fashion H&M, Anda sebagai pemilik bisnis, khususnya di bidang fashion tentu juga bisa melakukanya.

Tips bisnis yang bisa Anda tiru untuk sukses berbisnis di bidang ritel fashion yaitu melalui strategi conversion rate. Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan strategi ini terdiri dari beberapa point:

Special Offer

Anda bisa membuat penawaran spesial (Special Offer) untuk bisa meningkatkan penjualan pakaian Anda. Ingat special offer bukan berarti Anda perang harga ya!

Strategi special offer adalah bentuk pricing strategy yang menawarkan harga khusus di waktu tertentu dan tentunya tidak merugikan bisnis.

Misalnya saja Anda memberikan special offer untuk jaket wanita sebesar 30% dari harga normal.

Jaket wanita dengan special offer tersebut bisa Anda letakkan di bagian depan pintu masuk. Jadi begitu calon customer masuk, mereka akan tertarik untuk melakukan pembelian jaket tersebut.

tips bisnis

Scarcity

Setiap pakaian yang dijual tentu memiliki brand yang berbeda-beda. Anda bisa memanfaatkanya untuk menjual brand yang paling banyak dicari dengan jumlah yang terbatas. Perilaku konsumen cenderung menyukai produk yang limited edition, dan membuat calon customer semakin terburu-buru untuk membelinya.

Urgency

Anda bisa memanfaatkan penjualan dengan waktu yang terbatas. Biasanya, calon customer akan lebih mudah mengambil keputusan pembelian ketika produk yang dijual hanya tersedia beberapa jam.

Selain itu, Anda bisa juga menggunakan momen penting untuk melakukan penjualan terbatas. Seperti Harbolnas, new year sale, dan midnite sale.

Bagaimana, cukup praktis bukan tips bisnis ritel fashion ini?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *