penilaian kerja karyawan

Simak Sistem Penilaian Kerja Karyawan yang Diterapkan Larry Page di Google

Sistem penilaian kerja karyawan, penting untuk pebisnis agar bisa mempunyai karyawan dengan inisiatif tinggi dan performa yang meningkat setiap bulan. Simak sistem penilaian kerja karyawan yang diterapkan Larry Page kepada ratusan ribu karyawannya hingga bisa bawa Google jadi perusahaan search engine terbesar di dunia!

Percekcokan yang lahirkan ide besar

Lawrence Edward Page lahir di keluarga yang sangat familiar dengan komputer. Ayahnya Carl Victor Page memiliki gelar doktor di bidang ilmu komputer. Sementara, ibunya Gloria adalah seorang profesor pemrograman komputer di Michigan State University dan Lyman Briggs College.

Larry Page yang mewarisi bakat orang tuanya di bidang komputer kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Michigan dan memperoleh gelar Bachelor of Science dalam teknik komputer dan gelar Master dari Universitas Stanford.

Saat kuliah di Stanford inilah ia bertemu dengan Sergey Brin. Mereka berada dalam satu projek riset pada tahun 1996 untuk membuat mesin pencari bernama BackRub yang dioperasikan menggunakan server di kampus mereka.

Meskipun sama-sama memiliki ketertarikan pada mesin pencari, Larry Page dan Sergey Brin sering cekcok lantaran memiliki perbedaan topik dan ide dalam mengerjakan projek.

Projek BackRub kemudian digunakan sebagai mesin pencari untuk mengelola data-data yang ada di Universitas Stanford. Namun seiring berjalan waktu, sistem BackRub mengalami kerusakan karena tidak sanggup melayani banyaknya permintaan data yang makin besar.

Larry Page kemudian memperbaiki dan menyempurnakan BackRub agar sistem dan kapasitas makin besar, serta mengubah nama BackRub menjadi Googol.

Googol: awal cerita mesin pencari terbesar di dunia

Penilaian kerja karyawan
Kantor pertama Google berlokasi di garasi milik Susan Wojcicki yang kini jadi CEO YouTube

Larry Page menyadari Googol memiliki prospek yang sangat besar karena internet yang makin berkembang. Larry Page bersama Sergey Brin kemudian mencari investor yang mau mendanai projek mereka.

Setelah mendapat bantuan dana dari investor, nama Googol diganti menjadi Google. Penyebabnya adalah karena kesalahan investor saat mengeja Googol menjadi Google di cek senilai US$ 100.000. Larry Page kemudian berbesar hati untuk mengubah nama perusahaannya menjadi Google.

Kantor pertama Google berlokasi di garasi milik Susan Wojcicki yang kini jadi CEO YouTube. Selanjutnya, Google mulai merekrut engineer dan membentuk tim sales. Karena perusahaan makin berkembang, markas Google pindah ke The GooglePlex di Mountain View, California.

Berkat inovasi dan kerjasama team, Google makin berkembang dari tahun ke tahun. Di tahun 2005, Google meluncurkan beberapa fitur seperti Google Maps, Blogger Mobile, Google Reader, dan iGoogle. Tahun berikutnya, Google mengakuisisi Youtube dan memperkenalkan fitur obrolan di Gmail.

Perkembangan Google yang melesat dibawah Larry Page menjadikan Google sebagai salah satu perusahaan paling sukses di dunia. Di kuartal tiga tahun 2020, Google tercatat meraup revenue sebesar US$ 46.02 miliar dan diperkirakan akan terus naik di tahun 2021. Larry Page juga mencatatkan namanya di daftar orang terkaya dunia dengan kekayaan sebanyak US$ 83 miliar.

Rekrut & penilaian kerja karyawan tonggak kemajuan Google

Google juga memiliki penilaian kerja karyawan dengan standar yang tinggi

Keberhasilan Larry Page kembangkan bisnisnya yang dulunya hanya berlokasi di garasi rumah menjadi perusahaan search engine terbesar di dunia tak lepas dari kerjasama team. Google terkenal dengan sistem rekrut dan penilaian kerja karyawan yang ketat.

Rekrut karyawan Google bisa memakan waktu hingga 6 bulan dan 25 kali interview kerja untuk menemukan orang yang tepat. Disamping sangat selektif dalam rekrutmen, Google juga memiliki penilaian kerja karyawan dengan standar yang tinggi.

Google terus melakukan evaluasi melalui penilaian kerja karyawan agar karyawan yang direkut adalah karyawan yang sesuai dan tepat, tidak hanya saat interview saja tapi juga dalam bekerja.

Baca juga:

Belajar penilaian kerja karyawan milik Google

strategi bisnis
Cara penilaian kerja karyawan yang efektif adalah dengan menggunakan KPIM

Bukan rahasia umum jika Google tak segan untuk merumahkan karyawan yang kinerjanya jauh dibawah target perusahaan. Larry Page selalu melakukan monitoring dan evaluasi dengan jajaran terkait terhadap masing-masing team.

Penilaian kerja karyawan yang sangat sistematis oleh Google ini menurut Coach Yohanes G. Pauly, Global Awards Winning Business Coach, merupakan salah satu kunci yang tidak saja memonitoring hasil kerja karyawan, tapi juga memacu semangat karyawan agar makin improvisasi diri.

Coach Yohanes G. Pauly yang juga merupakan Founder & Master Coach di GRATYO Practical Business Coaching ini menjelaskan bahwa sistem penilaian kerja karyawan yang diterapkan Larry Page di Google juga bisa diterapkan oleh pebisnis dari bisnis apapun.

“Cara penilaian kerja karyawan yang efektif adalah dengan menggunakan KPIM, yaitu Key Performance Indicator & Monitoring.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Mungkin banyak pebisnis yang familiar dan atau pernah menerapkan Key Performance Indicator (KPI) di bisnisnya, namun KPIM ini berbeda dengan KPI.

Penilaian kerja karyawan menggunakan KPIM menekankan tidak hanya pada indikator dan target yang harus dicapai, tapi juga monitoring dan evaluasi secara berkala yang harus dilakukan agar kinerja karyawan makin meningkat.

Teknis monitoring dalam penilaian kerja karyawan KPIM adalah setiap bulannya seluruh nilai karyawan dari setiap divisi akan diurutkan dari nilai paling tinggi ke nilai paling rendah. Karyawan akan dikumpulkan dan wajib untuk melihat urutan nilai mereka di bulan tersebut.

“Saat melihat peringkat tersebut, karyawan Anda akan merasa malu jika ia berada di posisi bawah dan nilai yang rendah. Normalnya ia akan bekerja lebih giat dan lebih rajin lagi agar bulan berikutnya tidak diposisi bawah lagi.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Dengan menampilkan urutan nilai, karyawan yang berada di posisi atas juga akan terpacu untuk mempertahankan posisinya di bulan selanjutnya dan bekerja lebih semangat lagi.

Dari hasil penilaian kerja karyawan tersebut pebisnis wajib melakukan evaluasi secara berkala, misalnya per 3 bulan, siapa karyawan yang konsisten berada di posisi bawah dan di posisi atas.

Tentunya pebisnis harus melakukan evaluasi dengan bertemu tatap muka dengan karyawan untuk mengetahui apa penyebab karyawan tersebut berada di posisi bawah, apa kendala yang ia hadapi saat bekerja, dan apa yang harus dilakukan agar kinerjanya bisa membaik.

Penilaian kerja karyawan menggunakan KPIM ini bisa diterapkan di semua bisnis tanpa kecuali. Dengan melakukan monitoring dan evaluasi pada kerja karyawan, tentunya diharapkan performa karyawan makin lebih baik lagi dan bisa membawa bisnis ke level yang lebih tinggi lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *