Simak Rahasia Kesuksesan Business Plan ZOOM oleh Eric Yuan yang Puncaki Aplikasi Video Conference

Eric Yuan dan business plan yang dibuatnya sukses bawa ZOOM sebagai aplikasi video conference dan kalahkan kompetitornya. Simak kisah Eric Yuan rancang business plan ZOOM yang terkenal di dunia ini!

Ditolak hingga 8 kali

Ketertarikan Eric Yuan pada dunia internet tumbuh saat ia mendengar pidato Bill Gates mengenai peluang dunia internet yang sangat besar dan menjanjikan di masa depan.

Ia memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat dengan modal bahasa Inggris yang pas-pasan namun permintaan visanya ditolak hingga 8 kali. Pada percobaan ke 9 Eric Yuan akhirnya berhasil mendapatkan visanya dan menyongsong impiannya di negeri Paman Sam.

Ia diterima bekerja di perusahaan WebEx, sebuah perusahaan teknologi yang membuat aplikasi video conference. Eric Yuan menjadi salah satu dari 10 insinyur yang bergabung dengan WebEx. Karena memiliki kemampuan dan prestasi yang bagus, Eric Yuan diangkat menjadi Wakil Presiden di bidang Teknik.

Long Distance Relationship pencetus sebuah business plan

Business plan yang didapat dari LDR
Keterbatasan jarak yang jauh dengan pacarnya memberikan inspirasi kepada Eric Yuan

Saat masih kuliah Eric Yuan long distance relationship atau hubungan jarak jauh dengan pacarnya yang harus menempuh 10 jam perjalanan untuk bertemu.

Keterbatasan jarak yang jauh dengan pacarnya memberikan inspirasi kepada Eric Yuan untuk membuat sebuah business plan yaitu sebuah aplikasi yang memungkinkan untuk berkomunikasi jarak jauh dan dilengkapi oleh video. 

Eric Yuan mengembangkan ide tersebut saat ia bekerja di Cisco. Ia memberi nama produk dari business plan nya dengan sebutan ZOOM,yang merupakan aplikasi video conference yang ramah digunakan oleh pengguna, namun sayangnya ide tersebut ditolak.

Kecewa dengan penolakan Cisco, Eric Yuan kemudian mematangkan business plan yang ia buat dan tahun 2011 mendirikan perusahaannya sendiri untuk mengembangkan ide aplikasi ZOOM.

Siapak sangka business plan yang ditolak mentah-mentah oleh Cisco sukses dan bahkan berhasil menyaingi perusahaan yang sebelumnya memimpin video conference seperti Skype (Microsoft), Hangout (Google) dan Cisco.

Salah satu rahasia kesuksesan business plan ZOOM adalah ciri khas ZOOM yang memungkinkan pengguna untuk mengubah layar tampilan belakang (background) sesuai keinginan mereka. Sistem ini memberikan kesan yang lebih santai dan menyenangkan untuk digunakan.

Baca juga:

Business plan di masa saat krisis

ZOOM rahasia Business plan oleh Coach Yohanes G. Pauly
Business plan yang dijalankan ZOOM menjadikannya kian terkenal di penjuru dunia sebagai aplikasi meeting conference bahkan menyaingi kompetitornya

ZOOM makin terkenal saat pandemi Corona dan krisis ekonomi melanda dunia. Banyak perusahaan, bisnis, pendidikan, instansi pemerintahan dan lembaga lainnya yang memberlakukan sistem work from home (WFH) dan beralih pada pertemuan online.

Kondisi krisis ini dilihat sebagai sebuah peluang oleh Eric Yuan untuk membawa ZOOM ke level yang lebih tinggi dengan mengubah business plan ZOOM agar bisa menyesuaikan dengan keadaan.

ZOOM dengan business plan yang memanfaatkan peluang bisnis saat krisis mulai mendekati instansi pemerintahan, pendidikan, perusahaan dan lembaga lain dengan memberikan layanan video conference gratis dengan durasi 40 menit tiap penggunaan.

Business plan yang dijalankan ZOOM menjadikannya kian terkenal di penjuru dunia sebagai aplikasi meeting conference dan digunakan di berbagai instansi dan bahkan menyaingi kompetitornya.

Eric Yuan berhasil memanfaatkan peluang bisnis saat krisis dengan mengubah business plan nya. Tak tanggung-tanggung ia bahkan membawa ZOOM menjadi aplikasi favorit yang mengalahkan kepopuleran kompetitornya.

Saham ZOOM yang awalnya dibawah US$ 70 per saham menjadi US$ 150 per saham. Pengguna ZOOM pada Desember 2019 yang hanya 10 juta penggunabertambah hingga angka 200 juta pengguna per harinya di akhir Maret 2020.

Kekayaan Eric Yuan bertambah US$ 2 miliar sepanjang tahun 2020 dan ZOOM juga berhasil mendapatkan keuntungan hingga Rp 64 Triliun.

Berkat kelihaiannya dalam menyesuaikan business plan ZOOM, Eric Yuan masuk Forbes kategori pendatang baru orang terkaya dunia yang berasal dari 20 negara.

Tersandung krisis hingga dilarang digunakan

Perjalanan ZOOM tak berjalan mulus karena tersandung masalah
ZOOM tersandung kasus keamanan dan privasi pengguna

Keberhasilan Eric Yuan membawa ZOOM dengan mengubah business plan dan memanfaatkan peluang bisnis saat krisis tak bisa dibilang mulus.

ZOOM tersandung kasus keamanan dan privasi pengguna setelah menjadi target Zoombombing yang memungkinkan orang bisa masuk dalam meeting tanpa diundang dan menyebarkan konten porno.

Perusahaan pesawat antariksa milik Elon Musk, SpaceX, Bank of America, negara Jerman, Singapura, Amerika Serikat dan Taiwan melarang penggunaan Zoom pada meeting yang dilaksanakan.

Sejumlah sekolah di Amerika Serikat bahkan beralih menggunakan Microsoft Teams yang merupakan kompetitor Zoom.

ZOOM memutuskan fokus untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna ZOOM dan menghentikan pembaruan fitur selama 90 hari.

Eric Yuan selaku CEO ZOOM berbesar hati meminta maaf kepada pengguna atas keteledoran ZOOM dan berjanji untuk memperbaiki layanan dan melindungi privasi serta keamanan data pengguna.

Rahasia dalam merancang business plan

Rahasia kesuksesan business plan ZOOM
Rahasia kesuksesan business plan ZOOM

Eric Yuan berhasil dalam merancang hingga eksekusi business plan sehingga ZOOM bisa menjadi perusahaan video conference dan menyaingi kompetitornya.

Rahasia kesuksesan Eric Yuan dan ZOOM menurut Peringkat No. 1 Business Coach Tingkat Dunia, Coach Yohanes G. Pauly, disebabkan Eric Yuan menggunakan prinsip SMARTER Business Goals yaitu apa yang ingin dicapai di bisnis dalam jangka waktu pendek.

Coach Yohanes G. Pauly mengatakan kesalahan pebisnis adalah tidak fokus menyusun target jangka pendek sehingga berakibat pada target jangka panjang bisnis.

SMARTER merupakan singkatan Specific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Result-oriented (orientasi ke hasil), Timeframe (punya jangka waktu), Expressed positively (disebutkan secara positif), dan Recorded & reviewed (dicatat dan di-review).

  • Specific (spesifik)

Jenis target yang ingin dicapai harus spesifik. Jika pebisnis menjual bermacam jenis produk atau jasa, maka masing-masing produk atau jasa harus memiliki target.

Misalnya pada bisnis bakery rumahan menargetkan penjualan kue kering 300 kotak, kue tradisional 250 kotak dan kue basah 120 kotak setiap bulannya.

  • Measurable (dapat diukur)

Coach Yohanes G. Pauly yang juga merupakan Founder dan Master Coach di GRATYO® Practical Business Coaching menjelaskan bahwa target harus dapat diukur.

Maksudnya adalah disamping target harus spesifik juga ada angka sebagai skala ukur target agar dapat diketahui tercapai atau tidaknya target yang dibuat.

  • Achievable (dapat dicapai)

Tentunya target yang dibuat oleh haruslah realistis dan memungkinkan untuk dicapai. Pebisnis boleh optimis namun tentunya tidak bisa membuat target yang terlalu tinggi yang tidak masuk akal.

  • Result-oriented (berorientasi hasil)

Tujuan dari pembuatan jangka pendek adalah supaya pebisnis dan team berorientasi target yang telah dibuat bisa tercapai.

“Meskipun strategi yang dilakukan berbeda dengan apa yang dibuat diawal, fokus utama adalah untuk mencapai target.” jelas Coach Yohanes G. Pauly

  • Timeframe (ada jangka waktu)

Tentunya target yang dibuat harus ada jangka waktu kapan target yang dibuat harus dicapai.

  • Expressed positively (disebutkan secara positif)

Saat membuat business plan, target yang ditentukan seharusnya menjadi penyemangat dan memacu team untuk bekerja keras dan berusaha sungguh-sungguh agar mencapai target, bukannya malah menjadi beban yang membuat semangat team menjadi down.

  • Recorded & reviewed (dicatat & di-review)

Catat target yang dibuat dan jadikan sebagai bahan review setiap bulannya. Pebisnis akan bisa melihat pergerakan bisnis apakah ada kemajuan atau malahan bisnis makin mundur karena tidak ada penambahan target atau target yang tidak tercapai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *