Alibaba, Salah Satu Platform Strategi Marketing Era Digital, ini Kisah Jatuh Bangun Jack Ma Hingga Masuk Forbes

Alibaba merupakan salah satu platform terkenal dan terbesar yang digunakan oleh pebisnis dalam menjalankan strategi marketing era digital. Didirikan oleh entrepreneur fenomenal Jack Ma, inilah kisah jatuh bangun Jack Ma untuk dirikan Alibaba hingga bisa masuk ke Forbes. 

Pemandu wisata turis asing

Jack Ma yang memiliki nama asli Ma Yun merupakan entrepreneur terkenal kelahiran Hangzhou, Cina. Ia berasal dari ekonomi menengah dengan orangtua yang bekerja sebagai seniman teater tradisional.

Sejak masih berumur 12 tahun, Jack Ma memiliki ketertarikan yang tinggi dalam bahasa Inggris. Ia memberanikan diri untuk menjadi pemandu wisata untuk turis asing yang menginap di Hangzhou International Hotel. Demi mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisnya, ia mau menjadi pemandu wisata meskipun tanpa bayaran. 

Hubungan Jack Ma dengan turis asing tersebut tidak hanya sebatas saat menjadi pemandu wisata, komunikasi mereka terus berlanjut dan menjadi sahabat pena. Karena nama aslinya yang sulit diucapkan oleh turis asing, mereka kemudian memanggilnya dengan “Jack” yang kemudian menjadi panggilan akrab Jack Ma.

Perjalanan pendidikan formal Jack Ma jauh dari lancar. Ia tidak terlalu menonjol di bidang akademik. Ia ditolak hingga dua kali saat mendaftar kuliah dan berhasil masuk pada tahun ketiga dengan mengambil jurusan sastra Inggris di Hangzhou Normal University.

Setelah lulus ia menjadi guru bahasa Inggris dan kemudian mencoba untuk mendaftar kuliah di Harvard Business School dan ditolak hingga 10 kali mendaftar.

Ditolak kerja di KFC

Coach Yohanes G. Pauly - Strategi marketing era digital
Jack Ma pernah ditolak saat ia melamar kerja di KFC

Karier Jack Ma juga tak terbilang lancar. Ia melamar ke 30 perusahaan yang berbeda dan semuanya ditolak. Bahkan saat ia melamar di KFC, dari 24 orang yang melamar 23 diantaranya diterima kecuali dirinya.

Di tahun 1995 Jack Ma bersama dengan temannya pergi ke Amerika dan dari sana ia mengenal internet. Saat itu penyebaran internet masih belum merata dan tidak semua informasi bisa didapat dari internet. Jack Ma terkejut karena tidak mendapatkan satupun informasi mengenai Cina.

Dari sana lah Jack Ma menyadari bahwa internet memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang terutama di bisnis. Ia kemudian membuat sebuah website sederhana yang berisi informasi tentang Cina. Siapa sangka website sederhana yang ia buat menarik bisa perhatian dari seorang investor. 

Pada tahun 1995 ia dan rekannya mendirikan bisnis yang bernama China Pages yang menyediakan jasa pembuatan website untuk pebisnis. Banyak pebisnis yang menggunakan China Pages sebagai salah satu strategi marketing era digital, sehingga dalam kurun waktu 3 tahun China Pages bisa menghasilkan uang hingga 5.000.000 Yuan (11 miliar rupiah). 

Mendirikan Alibaba

Strategi marketing era digital Jack Ma
Perkembangan Alibaba yang melejit tiap tahunnya menarik minat banyak investor untuk menanamkan modal

Menyadari bahwa potensi dunia internet sangat besar, Jack Ma kemudian mendirikan perusahaan bernama Alibaba, sebuah marketplace jenis Business to Business (B2B) bersama dengan 18 orang temannya. Ia memulai bisnis tersebut dengan modal awal 500.000 Yuan.

Berkat bantuan investasi dari perusahaan asing, Alibaba makin berkembang terutama dalam memajukan bisnis kecil dan menengah. Alibaba dinilai sangat efektif dalam menyampaikan informasi dan tepat digunakan sebagai strategi marketing era digital. 

Internet yang awalnya hanya bisa diakses oleh sebagian kecil orang saja makin berkembang dan bisa diakses oleh banyak orang. Bisnis kecil dan menengah menyadari pentingnya untuk menggunakan strategi marketing yang bisa menjangkau calon customer secara lebih luas.

Perkembangan Alibaba yang melejit tiap tahunnya menarik minat banyak investor untuk menanamkan modal, salah satunya dari Yahoo. Alibaba juga berhasil meraih lebih dari 25 juta dollar di New York Stock Exchange dan menjadi salah satu perusahaan teknologi paling valuable  di dunia. 

Penghargaan demi penghargaan

Jack Ma mendapat banyak penghargaan penghargaan

Tak hanya membantu pebisnis dalam menjalankan strategi marketing era digital, Jack Ma juga memberikan pengaruh positif kepada pebisnis dan masyarakat. Usaha keras dan jiwa entrepreneurship-nya memberikan inspirasi dan dampak yang luar biasa bagi banyak orang tak hanya di Cina namun juga seluruh dunia.

Ia mendapat banyak penghargaan penghargaan seperti Young Global Leader oleh World Economic Forum, Top 10 Most Respected Entrepreneurs in China oleh Forbes China. Jack Ma juga masuk peringkat ke 30 sebagai Most Powerful Person in the World oleh Forbes.

Platform untuk strategi marketing era digital

Strategi pemasaran era digital
Pebisnis yang lihai dan pandai dalam menjalankan strategi marketing era digital akan dengan mudah untuk menarik perhatian dan minat calon customer

Cina merupakan salah satu negara yang terkenal dengan usaha bisnis yang menggurita dari bisnis kecil hingga bisnis besar. Salah satu faktor yang mendorong perkembangan ekonomi dan bisnis di Cina adalah banyak pebisnis yang menggunakan Alibaba untuk strategi marketing era digital.

Merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, pebisnis tentunya ingin agar bisnis yang mereka jual bisa mencakup skala penjualan yang besar bahkan hingga ke luar negeri. Dengan menggunakan Alibaba, pebisnis bisa menggunakan strategi marketing era digital untuk mencapai calon customer dengan cakupan wilayah yang luas.

Pebisnis yang lihai dan pandai dalam menjalankan strategi marketing era digital akan dengan mudah untuk menarik perhatian dan minat calon customer untuk bertransaksi di bisnis. Sedangkan pebisnis yang menggunakan strategi marketing tanpa ada landasan yang jelas hanya akan merugi.

Rahasia agar strategi marketing era digital bisa sukses

3 rahasia strategi marketing era digital agar bisa sukses

Jika pebisnis ingin strategi marketing era digital yang dibuat sukses, pebisnis harus mengetahui dan menerapkan rahasia praktis agar strateginya berhasil. 

World’s Top Certified Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly mengatakan pebisnis harus menerapkan 3 rahasia strategi marketing era digital agar bisa sukses:

Harus menarik perhatian customer

Yang pertama kali harus dilakukan oleh pebisnis dalam strategi marketing di era digital adalah menarik perhatian customer. Tentunya prinsip AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action) harus menjadi fokus pertama yang dilakukan oleh pebisnis.

“Sudahkah strategi marketing era digital yang digunakan menarik perhatian customer? Kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis adalah saat headline dan copywriting isinya terlalu biasa sehingga calon customer tidak berhenti, atau design visualnya tidak menarik.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Coach Yohanes G. Pauly mengatakan bahwa dalam menjalankan strategi marketing di era digital, seharusnya pebisnis “keluar dari sepatu pebisnis” dan “berdiri di sepatu customer”. 

Baca juga:

Informasi bertele-tele

Berikan informasi singkat dan lugas
Syarat utama dari informasi yang diberikan adalah bisa menjawab pertanyaan calon customer

Rahasia kedua adalah berikan informasi yang singkat, padat, dan menjawab pertanyaan calon customer. Utamakan kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Karena jika informasi yang diberikan panjang tapi tidak jelas intinya apa, tidak akan membuat calon customer berkeinginan untuk membeli.

Coach Yohanes G. Pauly yang juga merupakan Founder dan Master Coach GRATYO® Practical Business Coaching menjelaskan bahwa syarat utama dari informasi yang diberikan adalah bisa menjawab pertanyaan calon customer. Lebih mudahnya harus singkat, padat dan jelas sehingga tidak membuat calon customer bingung dan malah tidak jadi beli.

Harus membuat penasaran dan ingin beli

Tujuan utama saat melakukan strategi marketing era digital adalah agar calon customer membeli di bisnis. Tapi bagaimana jika strategi marketing yang dilakukan malah membuat calon customer “lari” tidak jadi membeli dan malahan membeli di bisnis kompetitor?

Rahasia yang harus dilakukan oleh pebisnis adalah iklan yang dibuat harus menggugah calon customer. Caranya bisa dengan menyajikan informasi yang menggunakan prinsip scarcity dan urgency sehingga calon customer langsung membeli karena takut kehabisan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *